DI Yogyakarta

SITUASI HIV

Saat ini data HIV AIDS di DIY ada 3388 orang. Banyak temuan kasus baru berlatar belakang homseksual. Banyak juga temuan perempuan yang terinfeksi baru tetapi hanya beberapa yang mau menjadi anggota IPPI. Untuk pelayanan di DIY sudah lebih bagus dari tahun – tahun sebelumnya. Beberapa perempuan yang terinfeksi Hiv yang mengakses program PPIA sudah terlayani dengan baik. Kebanyakan dari mereka sudah bisa melahirkan secara perinatal. Untuk nutrisi bagi anaknya mereka memilih dikasih susu formula.

 

Data anak terinfeksi HIV saat ini 89 adha (data dari KPA P DIY per maret 2017). Secara fisik beberapa mengalami keterlambatan perkembangan baik pertumbuhan berat badan, rambut, gigi, perkembangan berbicara dan berjalan. Secara garis besar untuk kebutuhan nutrisi dan rutinitas konsumsi ARV pediatrik masik sangat kurang.

 

MITRA KERJA

 

  • ROA
  • HRWK
  • Kalyanamitra
  • SPAY
  • LBH Yogyakarta
  • Burnet Institute
  • Samsara
  • KPA Provinsi/Kabupaten/Kota
  • PKBI
  • Milas
  • PKM Gedong Tengen
  • Kesbanglimas
  • Dinkes DIY
  • LSM Victory Plus
  • Vesta
  • IHAP
  • SAPDA
  • Rifka Annisa
  • IDEA
  • Jaringan PMTCT
  • Dinsos DIY
  • BPPM DIY
  • ASV
  • Lkis
  • FK UGM
  • Kinasih
  • Majalah Tempo
  • Hotel Santika
  • PLU,
  • PKK
  • Dinas Kominfo
  • CD Bethesda
  • The Wahid Institut
  • Komisi Informasi Provinsi DIY
  • Komnas Perempuan
  • Panti karya Karang Anyar Yogyakarta
  • BPJS
  • UKDW

 

 

SEJARAH SINGKAT

IPPI DIY adalah perkumpulan perempuan dengan HIV dan yang terdampak yang berdomisili di DI Yogyakarta. IPPI DIY berdiri pada tanggal 10 Agustus 2010 atas dasar kebutuhan dari perempuan dengan HIV dan yang terdampak akan terpenuhinya hak sebagai warga negara pada umumnya. IPPI beranggotakan perempuan dengan HIV 90% dan perempuan yang terdampak 10%. Kami berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda – beda (Ibu rumah tangga, pekerja seks, pemakai narkoba dan mahasiswa) tetapi kami memiliki visi dan misi yang sama.

 

IPPI DIY berdiri pada tanggal 10 Agustus 2010 atas dasar kebutuhan dari perempuan dengan HIV dan yang terdampak. Saat itu IPPI disahkan dalam kongres III IPPI di Hotel Abadi Jln. Pasar Kembang Yogyakarta.

 

Tujuan

  1. Pemberdayaan perempuan dengan HIV dan yang terdampak dalam aspek kesehatan, sosial, pendidikan dan ekonomi menuju kesejahteraan.
  2. Meningkatkan kualitas hidup dan memberikan dukungan kepada perempuan dengan HIV dan orang yang terdampak lainnya agar menjadi lebih berdaya dan mengembangkan diri.
  3. Perempuan dengan HIV dan yang terdampak berperan aktif dan bermakna dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS.
  4. Bersama-sama melakukan advokasi yang terkait isu  – isu perempuan dengan HIV dan yang terdampak.

 

Visi : Terwujudnya perempuan dengan HIV dan yang terdampak yang berdaya,  berkualitas hidup tinggi dan setara dengan warga negara Indonesia lainnya dalam bidang kesehatan, sosial, pendidikan dan ekonomi khususnya di Wilayah DIY.

 

Misi :

  • Memperkuat kemampuan perempuan dengan HIV dan yang terdampak untuk memberdayakan diri dalam bidang kesehatan, sosial, pendidikan dan ekonomi
  • Berjejaring dan melakukan upaya advokasi
  • Memberikan informasi yang benar terkait HIV dan AIDS berkoordinasi dengan lembaga terkait
  • Peningkatan keterampilan untuk mencapai kualitas hidup

 

TANTANGAN DAN HAMBATAN

Waktu yang sangat sedikit yang dimiliki oleh perempuan dengan HIV untuk dapat memenuhi hak – haknya dibandingkan dengan kewajibannya yang harus menyelesaikan pekerjaan domestik dan mengurus anak.

 

PERSOALAN APA YANG SERING MUNCUL

  1. Perempaun dengan HIV yang baru mengetahui statusnya masih belum berani untuk membuka diri dan akses kesehatan seksual secara rutin.
  2. Banyak perempuan dengan HIV yang baru mengetahui status yang tidak mengetahui program PPIA
  3. Nutrisi anak dengan HIV yang baru diketahui statusnya (tidak mengikuti program PPIA) karna ketiktahuan status memiliki sangat kurang sehingga mempengaruhi perkembangan fisik adha
  4. Secara ekonomi perempuan dengan HIV masih banyak yang berada dibawah rata – rata

Kegiatan terlampir

 

KEBERHASILAN

  1. Anggota IPPI sebagian sudah mampu megakses layanan kesehatan secara mandiri
  2. Hampir semua perempuan dengan HIV yang ingin memiliki anak sudh bisa mengakses program PPIA
  3. Terbangunnya kemitraan IPPI DIY dengan stakeholder dan lembaga terkait
  4. IPPI tergabung dalam tim Advokasi anggaran di DIY
  5. Terlaksananya kegiatan bulanan dengan dukungan dana dari KPA Kota Yogyakarta
  6. IPPI DIY memiliki SDM yang mumpuni dalam SRHR
  7. IPPI DIY memiliki film edukasi “Selalu Ada Matahari” dan “Red Ribbon Angle”