Positif HIV, Ayu Menguatkan Diri Lewat Tulisan

Jakarta, CNN Indonesia — Ayu Oktariani perempuan positif HIV yang masih berjuang melawan penyakitnya sejak tahun 2009. Tak hanya untuk dirinya sendiri, ia juga terus menguatkan sesamanya yang juga terinfeksi HIV. Mulai tahun 2010 hingga 2012 ia aktif disebuah organisasi yang peduli terhadap para pengidap HIV dan AIDS. Ia berperan sebagai pendamping untuk para pengidap serta keluarga yang terinfeksi HIV.

“Saya aktif secara langsung mendampingi teman-teman yang terinfeksi HIV di daerah Jakarta Selatan. Tugasnya saya menjadi teman, saya menjadi pendengar, kemudian membantu pasien dan keluarganya untuk kemudian pulih baik secara fisik dan mental. Kemudian mengingatkan apa yang harus mereka lakukan, kemudain mendampingi mereka ketika sakit,” ungkap Ayu kepada CNN Student beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini pendampingan itu masih terus berjalan, namun tidak secara langsung melainkan melalui media virtual. Ia masih menerima siapapun yang membutuhkan bantuannya, bisa melalui email maupun telefon. Proses pendampingan pasien yang baru terinfeksi HIV tak lepas dari kesulitan, membuat orang lain percaya dengan apa yang ia katakan bukanlah hal mudah. Terlebih lagi setiap pasien punya karakter yang berbeda-beda yang otomatis butuh penanganan berbeda.

“Ngurusin orang-orang yang stres, yang sedih berkepanjangan, mereka butuh diyakinkan bahwa mereka akan baik-baik saja, mereka adalah orang-orang yang kuat dan mereka adalah orang-orang yang bahkan bisa menolong diri mereka sendiri, saya tidak bisa menolong dia apa-apa, gitu. Yang sulit adalah proses meyakinkan mereka bahwa mereka bisa percaya dengan apa yang saya omongin. Kalau mereka percaya, yakin sih gampang kesananya,” kisahnya.

Menguatkan Lewat Tulisan

Ayu gemar menulis sejak SD, sejak kecil ia selalu menulis kesehariannya di buku diary. Bahkan buku diary nya sejak SD masih disimpan hingga sekarang. Ketika blog muncul ia mulai beranjak dari diary dan pindah menulis di blog. Awalnya ia menjadikan blog sebagai wadah menuliskan kegiatan kesehariannya, namun kini blog itu juga ia jadikan tempat saling menguatkan.

“Di 2014 saya diskusi dengan seorang teman bahwa sebenernya saya openly living with HIV sudah lama terus kenapa sih si blog itu tidak dijadikan ruang untuk rebranding diri sendiri. Bukan untuk riya atau sombong sama orang lain, tapi kemudian bisa jadi inspirasi dan kasih semangat baru untuk teman-teman. Makanya kemudian saya branding dari mulai header dan lain sebagainya, orang harusnya bisa tahu kalau yang nulis ini adalah orang yang terinfeksi HIV,” katanya

Blognya yang beralamat di http://www.sukamakancokelat.com/ ia beri nama Daily Story of Women Living With HIV. Dalam blognya ini Ayu ingin berbagi bahwa meskipun dengan HIV ia tak berbeda dengan perempuan kebanyakan, ia tetap bisa berkegiatan layaknya wanita yang tak terinfeksi HIV.

“Jadi tujuan utamanya untuk berbagi inspirasi bahwa kita sama-sama perempuan, kita sama-sama manusia, saya juga bisa melakukan apa yang kamu lakukan, saya bisa aktif di banyak kegiatan sama seperti kalian dan kisah-kisah itu kisah hari-hari yang mungkin juga banyak ditemui pada kelompok-kelompok masyarakat,” ungkanya.

Selain berbagi melalui ceritanya, Ayu juga terbuka bagi siapapun yang ingin berbagi cerita atau ingin berkonsultasi dengan dirinya. Ayu bercerita setelah ia mempublish tulisannya akan banyak pembaca dari blognya yang menghubunginya. Baik mereka yang terinfeksi maupun mereka yang tengah mencari tahu tentang HIV. Bagi Ayu, kegiatannya melakukan pendampingan dan juga saling berbagi cerita selama 6 tahun terakhir ini ia merasa bisa mendapat lebih dari sekedar mendampingi atau membantu orang lain. Dengan saling berbagi cerita kepada mereka yang juga terinfeksi HIV, ia merasa mendapat energi baru.

“Saat kita mendengarkan cerita orang lain, saya bisa membagi semangat di dalam diri saya kepada orang itu. Kemudian orang itu merasa lebih baik, dan orang itu melahirkan harapan. Lalu harapannya kemudian balik ke saya sebagai energi positif baru, saya jadi seperti recharge setiap hari kalau ketemu orang, dampingin orang, ngobrol sama orang,” ungkapnya.

Kegemarannya dalam menulis juga akan ia tuangkan dalam sebuah karya buku. Ayu mengaku kini memiliki beberapa ide untuk menulis buku yang satu diantaranya tengah ia garap. Ia ingin berbagi ceritanya selama melakukan pendampingan, dan berbagai kisah lain yang terkait dengan HIV. (rkh/rkh)

 

Tulisan ini diambil dari website CNN.com

https://student.cnnindonesia.com/inspirasi/20161208155115-454-178288/positif-hiv-ayu-menguatkan-diri-lewat-tulisan/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *